Analisis Peta Kerentanan Bencana Erupsi Gunung Patah Berbasis Geospasial Dengan Metode Weighting Overlay Di Kabupaten Kaur
Abstract
Downloads
References
Aditya, T. (2010). Visualisasi Risiko Bencana Dalam Peta. Yogyakarta: Provincial Project Management Unit (PPMU) DIY.
BNPB. (2012). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 02 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Jakarta: BNPB.
Djalil, A. G., E, R. L., Sela, & Tilaar, S. (t.thn.). Evaluasi Peruntukan Lahan dan Pemetaan Zonasi Tingkat Risiko Bencana Letusan Gunung Api Gamalama Di Kota Ternate). 11-20.
Haeriah, S., Nugraha, A. L., & Sudarsono, B. (2018, April). Analisis Kerentanan Pada WIlayah Permukiman AKibat Bencana Erupsi Gunung Merapi (Studi Kasus : Kabupaten Sleman). Jurnal Geodesi Undip, 7(2), 65-74.
Kardinasari, N. N. (2014). Tingkat Kerentanan Bencana Letusan Gunung Api Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya.
Muhaimin, M., Hidayat, I. W., & Muslim. (2016, Desember). Eksplorasi tumbuhan dan studi komposisi vegetasi di zona bukit dari Gunung Patah, Bengkulu. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversal Indonesia, 2(2), 132-137. doi:10.13057/psnmbi/m020202
Sagala, S. A., & Yasaditama, H. I. (2012). Analisis Bahaya dan Resiko Bencana Gunung Api Papandayan (Studi Kasus : Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut). Forum Geografi, 26(1), 1-16.
Sofan, P., & Yulianto, F. (2009). Analisis Resiko Gunung Api Merapi Berdasarkan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. Bunga Rampai Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Mitigasi Bencana, 63-74.

