Analisis Peta Kerentanan Bencana Erupsi Gunung Patah Berbasis Geospasial Dengan Metode Weighting Overlay Di Kabupaten Kaur

Authors

  • Rahmat Catur Wibowo Universitas Lampung
  • Mirnawati Mirnawati Universitas Lampung
  • Sandri Erfani Universitas Lampung
  • Ilham Dani Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.23960/jtii.v2i2.32
Abstract View: 962

Abstract

Indonesia merupakan wilayah kepualauan yang berada dalam tatanan tektonik dunia dimana memiliki wilayah pertemuan dari tiga lempeng besar yang mengakibatkan terbentuknya gunung api di sepanjang zona tumbukannya. Gunung Patah merupakan salah satu gunung api yang berpotensi menimbulkan bencana, sehingga perlu dilakukannya kajian terkait mitigasi bencana geologi agar meminimalisir dampak yang akan ditimbulkan. Kajian yang dilakukan pada penelitian ini berupa pembuatan peta kerentananan bencana geologi menggunakan metode weighting overlay di area sekitar Gunung Patah Kabupaten Kaur, Bengkulu. Area penelitian memiliki zona kerentanan tinggi sekitar 25%, kerentanan sedang sekitar 35%, dan kerentanan rendah sekitar 40%. Area yang memiliki tingkat kerentanan tinggi adalah Kecamatan Padang Guci Hulu dan Padang Guci Hilir. Diperlukan sistem pengamatan dan peringatan dini di sekitar area dengan tingkat kerentanan tinggi, agar masyarakat dapat mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana erupsi gunung api

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aditya, T. (2010). Visualisasi Risiko Bencana Dalam Peta. Yogyakarta: Provincial Project Management Unit (PPMU) DIY.

BNPB. (2012). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 02 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Jakarta: BNPB.

Djalil, A. G., E, R. L., Sela, & Tilaar, S. (t.thn.). Evaluasi Peruntukan Lahan dan Pemetaan Zonasi Tingkat Risiko Bencana Letusan Gunung Api Gamalama Di Kota Ternate). 11-20.

Haeriah, S., Nugraha, A. L., & Sudarsono, B. (2018, April). Analisis Kerentanan Pada WIlayah Permukiman AKibat Bencana Erupsi Gunung Merapi (Studi Kasus : Kabupaten Sleman). Jurnal Geodesi Undip, 7(2), 65-74.

Kardinasari, N. N. (2014). Tingkat Kerentanan Bencana Letusan Gunung Api Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya.

Muhaimin, M., Hidayat, I. W., & Muslim. (2016, Desember). Eksplorasi tumbuhan dan studi komposisi vegetasi di zona bukit dari Gunung Patah, Bengkulu. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversal Indonesia, 2(2), 132-137. doi:10.13057/psnmbi/m020202

Sagala, S. A., & Yasaditama, H. I. (2012). Analisis Bahaya dan Resiko Bencana Gunung Api Papandayan (Studi Kasus : Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut). Forum Geografi, 26(1), 1-16.

Sofan, P., & Yulianto, F. (2009). Analisis Resiko Gunung Api Merapi Berdasarkan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. Bunga Rampai Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Mitigasi Bencana, 63-74.

Downloads

How to Cite

Wibowo, R. C., Mirnawati, M., Erfani, S., & Dani, I. (2022). Analisis Peta Kerentanan Bencana Erupsi Gunung Patah Berbasis Geospasial Dengan Metode Weighting Overlay Di Kabupaten Kaur. Jurnal Teknologi Dan Inovasi Industri (JTII), 2(2). https://doi.org/10.23960/jtii.v2i2.32

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)